350 Varian Cokelat Membuat Kiki Makin Mengkilat

Friday, September 5th, 2014 - Kisah Sukses Pengusaha
Advertisement

Coklat yang satu ini mungkin berbeda dari biasanya. Kelezatan coklat kali ini disatukan dengan jamu. Hmm, gimana ya rasanya ! Mungkin semua orang akan  tertarik  dengan coklat bikinan Kiki Gumelar. Dari bisnis ini pun ia semakin cemerlang.

b7474708f8666d7
Kiki

Di Eropa, cokelat termasuk makanan biasa. Di Indonesia, dodol garut juga makanan biasa. Tapi kalau keduanya digabungkan tercipta makanan yang istimewa. Keistimewaan ini pula yang kemudian melambungkan nama Kiki Gumelar sebagai pengusaha cokelat khas Indonesia dengan merek Chocodot. “Kenapa sekarang Chocodot dikenal sebagai cokelatnya Indonesia? Karena kami lebih mengedepankan kekayaan alam Indonesia, seperti cokelat dengan rempah-rempah Indonesia,” jelas Kiki.

Kiki sengaja membuat produk yang berbeda. “Kalau menghasilkan cokelat modern, kami tidak bisa bersaing dengan perusahan-perusahaan besar. Saya sadar harus menghasilkan suatu keunikan, ciri khas, sehingga produk kami lebih dikenal dengan cepat oleh konsumen,” ujarnya

Tim Riset dan Pengembangan
Berawal dari menyatukan cokelat dan dodol garut menjadi satu makanan pada 2009, kini Kiki telah membuat 350 varian cokelat. Varian cokelat yang diluncurkan dari dapur cokelat Kiki tersebut antara lain kombinasi cokelat-durian, cokelat-rempah, cokelat-herbal, cokelat-jamu, cokelat-kopi, dan cokelat-teh. Ada juga cokor (cokelat-korma) dan cokelat up to date (cokelat yang dikawinkan dengan kehidupan sosial masyarakat seperti Cokelat Anti Galau, Cokelat Gawat Darurat, Cokelat Obat Stres, dan Cokelat Enteng Jodoh).

Dari 350 varian yang ada, 75 varian di antaranya diciptakan dalam satu tahun terakhir. Inovasi produk inilah yang memberi pengaruh terbesar dalam pertumbuhan omzet. Dalam satu tahun terakhir pertumbuhan omzet yang dicapai Kiki mencapai 200%.

Menurut Kiki, di setiap produk yang ia ciptakan, selalu ada added value story-nya sehingga orang mau membeli. Misalnya, Cokelat Enteng Jodoh merupakan kombinasi cokelat dark dan white. “Itu artinya, ketika dihadapkan pada jodoh, seseorang dihadapkan pada dua pilihan, gelap atau terang,” tutur Kiki.
Inspirasi suatu varian biasanya muncul ketika berkunjung ke suatu tempat. Misalnya ketika berkunjung ke Nusa Tenggara Barat muncul gagasan membuat Cokelat Sensasi Mutiara, karena daerah tersebut dikenal sebagai penghasil mutiara. “Alhamdulilah banyak yang suka. Dari situ saya berpikir setiap daerah harus memiliki sesuatu yang berbeda.”

Untuk menghasilkan varian-varian tersebut, Kiki memiliki tim riset dan pengembangan khusus yang terdiri atas dua orang dan Kiki sendiri. “Mereka sarjana perawat dan arsitek interior. Mereka suka belajar dan memiliki ketertarikan di bidang cokelat,” jelas mantan karyawan PR (public relation)  sebuah perusahaan di Yogyakarta ini. Untuk memperkaya wawasan mereka tentang cokelat, Kiki sering mengajak mereka melakukan studi banding ke luar negeri. “Terakhir mereka saya kirim ke Paris untuk melihat cokelat di Eropa. Hasilnya bisa kita lihat gabungan cokelat modern dan tradisional yang kami ciptakan,” tambahnya.

Tentu saja setiap varian cokelat bikinan Kiki yang dijual dengan harga berkisar Rp 3.000 – Rp 35.000 per kemasan tersebut memiliki penggemar sendiri-sendiri. Varian apa yang paling “nendang” dari sisi penjualan, menurut Kiki tergantung wilayahnya. Varian Cemumu (cokelat gentong jamu-jamu) misalnya digemari pasar mancanegara. Namun, di Garut yang paling kencang penjualannya kombinasi cokelat dengan dodol garut. “Tapi ketika saya memasarkan di Bali dan Yogyakarta hasilnya berbeda. Di Bali yang dicari adalah cokelat dengan kemasan Bali atau kombinasi cokelat dengan rempah seperti jahe atau kayu manis. Sementara, di Yogyakarta yang menonjol penjualannya kombinasi cokelat dengan jamu atau minuman tradisional,” ungkapnya. Atas dasar itu Kiki menyiapkan varian yang berbeda di setiap daerah, selain produk nasional yang penyebarannya di semua wilayah Indonesia.

Kiki menyatakan, target pasar Chocodot adalah keluarga: ayah, ibu, anak. Karenanya, ia berusaha setiap produk yang ia buat memiliki kemasan menarik. Warna kemasannya dibuat colorful bila varian itu ditujukan untuk ibu-ibu, warna kemasan gelap untuk bapak-bapak, dan kemasan unik untuk pasar anak muda maupun orang tua. Berkat kemasan juga, salah satu varian Chocodot berhasil menang sebagai produk nasional dengan kemasan tradisional terbaik dunia pada 2011 dalam kompetisi di Milan, Italia.

OMZET NAIK 200%
Untuk sampai di konsumen, Kiki menyebarkan Chocodot melalui jaringan distributor yang berada di Jakarta, Bandung, Garut, dan Tasikmalaya. Ia juga memiliki  agen di 12 kota besar di seluruh Indonesia. Ia sendiri saat ini telah memiliki 18 outlet, delapan outlet di antaranya ia buka dalam satu tahun terakhir. Outlet baru tersebut terletak di Paris Van Java, Cihampelas Walk, Jl, Pasteur, dan Trunojoyo (semuanya di Bandung), serta  dua galeri besar dan dua galeri sedang di Garut. “Akhir tahun ini ada rencana untuk membuka outlet di Yogyakarta dan Bali,” ungkapnya.

Dari outletoutlet itulah Kiki memperoleh sebagian besar pendapatan. Selain dari outlet sendiri, ia juga mendapat revenue dari titip-jual. Komposisi penjualan lewat galeri dan titip-jual sekitar 60 : 40. Dari outlet miliknya, outlet ke-3 yang terletak di Jl. Otista, Garut memberi kontribusi terbesar terhadap revenue Kiki. Kontribusinya 15 – 20% dari pendapatan seluruh outlet Kiki.

Dalam menjalankan usaha Kiki juga melakukan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan para pelaku UKM di Garut, seperti pengrajin besek, tali paperbag, dan anggota karang taruna. “Saya ingin menjadi social enterpreuneur. Jadi saya tidak jalan sendiri, tetapi bersama orang lain.” Kerja sama saling menguntungkan juga ia bangun dengan beberapa perusahaan travel dengan cara membagi sebagian pendapatan yang diperoleh dari tamu yang dibawa perusahaan travel tersebut.

24743626c0819c0
Cokelat buatan anak bangsa.
Kunci Sukses:
Inovasi produk dengan cara memadukan cokelat sebagai makanan Eropa dan berbagai makanan khas Indonesia menjadi produk makanan yang khas dan bisa diterima lidah orang Indonesia.

Komentar:
Karakter produk Kiki yang kuat membuat Chocodot dengan mudah memperoleh respons positif dari pasar. Tanpa promosi dan upaya pemasaran yang besar-besaran pun orang akan mencari dan membelinya.

Tantangan:
Menghadapi kemungkinan perusahaan cokelat berskala besar ikut membuat varian dengan karakter yang serupa dengan Chocodot. Untuk menghadapi tantangan ini tim riset dan pengembangan harus diperkuat.

Coklat kini tak hanya rasa yang itu-itu saja. Ditangan kikipun coklat kini menjadi beraneka rasa pilihan. Semoga artikel di atas dapat menjadi bahan inspirasi Anda semua.

Sumber : www.idebisnis.biz

Advertisement
350 Varian Cokelat Membuat Kiki Makin Mengkilat | khusnul | 4.5