Bisnis Untuk Bersaing Dengan Hati

Friday, September 5th, 2014 - Tips Bisnis Makanan
Advertisement

Menjamurnya bisnis kuliner di masyarakat membuat presentase persaingan makin meningkat. Banyak berbagai cara dilakukan agar bisnisnya makin unggul dari yang lainnya.

Saat ini banyak orang menyalahartikan persaingan. Ferdhy Febryan, Komisaris dan Direktur Hati Indonesia dan penulis buku The Power of Selling, Boost Your Potentials! menuturkan, kelak istilah lawan bisnis akan menjadi semakin pudar.

berbisnis bersaing dengan hati

Yang ada cuma relasi bisnis.  “Banyak pengusaha akan saling membutuhkan dan membentuk network.  Seorang raja tega tidak akan bersaing dengan raja tega.  Namun mencari orang berhati,“ ungkapnya. Berikut berbisnis dan bersaing dengan hati agar persaingan bisa berlangsung secara sehat:

  1. Menjalin hubungan secara interpersonal.  Lebih dari  sekadar hubungan bisnis.  Relasi seperti ini lebih dibangun dengan hati daripada  perhitungan logika untung-rugi. Dengan adanya hati, seseorang akan memiliki banyak sahabat , bukan sekadar teman.  Mereka akan membantu bisnis dalam  networking.
  2.  Buang niat buruk. Niat buruk dalam persaingan  akan melahirkan kelicikan, kecurangan,  dan menghalalkan segala cara.  Niat buruk juga mendorong orang melakukan penghinaan, fitnah, menyebar isu buruk, serta menjatuhkan.
  3.  Hindari persaingan tidak sehat. Persaingan tak sehat akan selalu memandang pesaing sebagai musuh yang harus dijatuhkan, dilindas,  dan dihabisi.  Dengan demikian persaingan melahirkan kesengsaraan. Umumnya cara-cara seperti itu dilakukan oleh pihak yang tidak siap kalah dan tidak siap bersaing.
  4.  Pentingnya pesaing. Persaingan yang benar berfungsi untuk memaksimalkan kemampuan.  Dengan adanya pesaing maka kita menjadi sukses.
  5.  Menikmati persaingan.  Sehingga dapat memandang persaingan sebagai sebuah peluang untuk mengoptimalkan diri.  Bukan mengutamakan menang atau kalah.  Melainkan bagaimana menjadi lebih baik. Niat bersaing dan cara bersaing yang tidak baik akan melahirkan kegelisahan, stres, cemas, tegang dan selalu ingin memata-matai pesaing.
  6.  Memetakan hati. Sering berdialog dengan hati, karena hati lebih cepat merespon bila dibanding dengan otak.
  7.  Pentingnya integritas. Produk yang dihasilkan oleh orang yang memiliki integritas biasanya inovatif dan memiliki daya saing tinggi.
  8.  Menganggap pesaing sebagai pelengkap.  Dengan demikian Anda dan pesaing akan selalu melengkapi.  Peluang pun selalu terbuka.

Jadikanlah persaingan itu bukan musuh utama tapi musuh sebagai kawan. Dengan begitu anda mampu bersaing dengan hati. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda.

Sumber : www.idebisnis.biz

Advertisement
Bisnis Untuk Bersaing Dengan Hati | khusnul | 4.5