Mantapnya Udang Galah di Tengah Sawah

Monday, September 8th, 2014 - Bisnis Resto / Restoran
Advertisement

Restoran yang menarik tentunya akan membuat pelanggan makin tertarik. Hal ini sesuai dengan resto Mang Engking yang berkonsep desain ruang alam terbuka.

Konsep resto turut menyumbang faktor sukses usaha kuliner. Desain restoran di alam terbuka dengan jajaran gubug bambu di atas kolam, plus menu andalan udang galah mengantar Mang Engking sebagai pengusaha kuliner tersohor.

resto

Terletak di Desa Sendangrejo, Minggir, Sleman,  berjarak sekitar 25 km dari kota Yogyakarta, nama gubug makan  Mang Engking, sudah terkenal  di kalangan pencinta kuliner  masakan udang. Jauh dari kebisingan dan pengapnya udara kota,  begitu sampai pengunjung akan menghirup udara  alam pedesaan yang tenang dan sejuk. Hamparan kolam luas seakan menjadi parket alam yang menopang jajaran gubug-gubug tempat makan,  menjadi ciri khas  resto ini. “Karena dibangun dengan konsep  alam, maka meski lokasinya di perkotaan,  kami tetap konsisten dengan gubug-gubug di atas kolam dengan berbagai ukuran dan kapasitasnya sesuai lahan yang tersedia, “ jelas Asep Tatang (28) penanggung jawab operasional gubug makan Mang Engking.
Lubang di lantai gubug

Model gubug rancangannya cukup unik, biasa dikenal dengan istilah “gubug berlobang”, yaitu gubug yang didalamnya terdapat beberapa meja berbagai ukuran dengan lubang dibawahnya.  Ini  berguna bagi orang yang senang duduk lesehan, namun menginginkan kaki tetap bisa leluasa (tidak ditekuk). Model meja tersebut cukup menarik dan hingga kini masih dipertahankan.
Engking Shodikhin (50), atau yang beken disebut  Mang Engking, adalah pemilik dari restoran bernuansa alam dengan ciri gubug-gubug di atas kolam budidaya udang dan ikan air tawar ini.  Mang Engking berasal dari Cipatujah, Tasikmalaya. Sekitar tahun 1996, dengan beberapa anggota keluarganya pindah ke Yogya untuk mengembangkan keahliannya dalam bidang budidaya udang dan ikan air tawar, dan meningkatkan  taraf kehidupan yang lebih baik. Tahun 2003  ia membuka usaha rumah makan dengan nama Gubug Makan Mang Engking.

Udang Bakar Madu  &  Gurameh Bumbu Cobek
Dua menu andalan Mang Engking yang sudah kesohor,  udang bakar madu dan gurame bumbu cobek. Yang pertama adalah udang galah yang dibakar dengan balutan madu asli. Rasanya yang legit, manis gurih, dipadu dengan sambal terasi membuat selera makan tak kunjung padam. Sedangkan gurame bumbu cobek yaitu gurame yang digoreng garing kemudian disiram dengan sambal uleg kasar. Cita rasa unggulan kedua ini tak kalah nikmatnya.  “Udang dan gurame  diambil langsung saat masih hidup dari kolam budidaya sendiri. Lantaran dimasak sewaktu masih segar, kualitas dan cita rasanya tetap terjaga,” terang kang Asep.

Untuk menjaga cita rasa, kualitas dan spesialisasi makanannya itulah, Mang Engking  membatasi jenis menu makanan hanya dari bahan dasar udang, gurameh, kepiting dan cumi-cumi. Demikian juga untuk menu sayuran dan juga minuman.

Pada hari biasa resto ini menghabiskan rata-rata 20 kg udang/hari. Sedangkan pada  hari libur bisa mencapai 75 kg.  Sementara ikan gurameh rata-rata 30 ekor pada hari biasa dan 70 ekor pada hari libur. Mereka yang ingin membawa pulang udang bia membeli di sini dengan harga Rp. 90.000  –  Rp 95.000/kg.

Selain sebagai salah satu alternatif tempat makan dan rekreasi bersama keluarga di kawasan Yogya, gubug makan Mang Engking cocok untuk acara arisan, ulang tahun, resepsi, dan lainnya. Dengan lahan parkir luas dengan  jaminan keamanannya, para pengunjung bisa menyantap hidangan dengan waktu yang leluasa.

Nah itu tadi gubuk makan Mang Engking yang cocok dijadikan inspirasi Anda dalam membuka resto atau rumah makan. Semoga dapat bermanfaat untuk Amda semua nantinya.

sumber : www.idebisnis.biz

Advertisement
Mantapnya Udang Galah di Tengah Sawah | khusnul | 4.5